@@CINTANOMETER
CINTANOMETER
Meet the
Parents…
Loving you it hurt sometimes
I’m standing here you just don’t bye
I’m always there you just don’t feel
Or you just don’t wanna feel
Menjiwai banget Diz nyanyinya, hahahaha suasana hati tampaknya ledek Nela,…halah sok ga pernah ngalamin hal yg sama aja kamu!!!mentang-mentang bentar lagi nikah jadi sering ngeledek nih, mmmhhh artinya nanti waktu kamu akan semakin kurang dong buat dengarkan unek2ku…ga lagi Diz!!biasa aja kali, Tirta ga akan menghalangi kebersamaan kita ini…tapi akan lain La, waktu kamu harus tetap prioritas ke Tirta…sudah ah Diz ga usah ngomongin ini, gue dah siap telanjang 22 jam untuk Tirta, artinya gue punya 2 jam untuk ngobrol sama kamu Diz, mending kita bahas tentang perkembangan kamu dengan Raiya aja deh!!lebih seru tuh…
Don’t wanna be hurt that way
It doesn’t mean I’m givin’ up
I wanna give you more
And more and more…(Loving You )
Ga ada kemajuan sama sekali La, masih seperti biasa…Biasa gimana DIz??...kamu kan tahu Raiya itu bukan Cuma gue yang deketin, kasian juga Raiya karena harus berusaha bersikap adil dan wajar…oh jadi itu alas an sampe kamu sepertinya mengendorkan seranganmu…bukan mengurangi,justru bertambah La, gue malah semakin mengerti keadaannya,gue ga ingin Raiya semakin kesusahan dengan semua hal yang gue inginkan…wah mending gue nikah sama kamju saja yah…teruskan ledekannya Nela!!!yang jelas gue yakin Raiya tahu sebesar apa Cinta gue…Untuk menggambarkan besarnya cintamu pada Raiya kamu sama sekali ga perlu menjelaskannya kesemua orang karena sangat kerasa auranya Diz, gue bangga dengan kebesaran hatimu Diz,eh stop disini Diz dah bertahun-tahun masih saja kamu lupa rumah gue…Iya iya Nela cantik, salam buat Nyokap trus buat Nirsyad ama Danti yah…Beres Diz, kamu hati-hati yah dijalan…Oke La, Assalamualaikum.Masih dengan Monster Hitamnya Diza pun berlalu, sedikit lega setelah bercerita banyak pada sahabatnya wanitanya Nela, status Nela dengan Gaza sama, lagian memang mereka satu sekolah sejak SMU ketemu lagi di Fakultas yang sama dan juga masih bersama sampai detik ini. Namun sebentar lagi Nela akan menikah dengan Tirta senior mereka yang lebih dulu jadi dokter.
Entah sudah berapa lama Diza dan Raiya tidak bertemu, namun tidak menjadi masalah buat Diza, mungkin tertutupi oleh kegelisahan Diza yang sebentar lagi bertemu orang tua Raiya, walau bukan pertemuan khusus setidaknya kali ini Diza berharap orangtua Raiya tahu kalo ada sosok yang bernama Diza Wariz Sadikin yang selalu menjaga Raiya Magfirah Muhaimin, mulut Diza tampak komat-kamit berlatih berbicara di depan orang tua Raiya. Hal yang paling membuat Diza gundah adalah saat harus bertemu dengan pria-pria lain yang juga mencintai Raiya, karena mereka semua adalah orang-orang yang hebat dan sangat professional dibidang mereka, namun Adil adalah nama terkuat yang bisa memenagkan hati Raiya, disamping karena dah kenal dekat dengan orang tua Raiya sudah setahun ini Adil selalu berada disekitar Raiya. Diza menyadari waktu memang membuatnya kalah jauh kali ini, namun tidak akan membuat Diza mundur atau menyerah, malah semakin jatuh cinta. Gue pasti bisa, cepat atau lambat gue pasti bakalan bertemu dengan mereka, tapi kenapa bertemu dengan Adil serasa mau ujian dengan dr.Saski Aulia rasanya, entah apa tanggapan orang tua Raiya ketika melihat sosokku, besar hitam garang atau apapun itu,semoga saja aura kebaikan dalam diriku ini bisa memancarkan sinarnya dengan kuat hehehehe.Raiya hari ini pasti cantik banget padahal kemarin gue hampir saja nemenin dia belanja baju,mmmhh apapun yang dipakainya selalu akan indah, yah selalu indah.
Kali ini Monster Hitamnya seakan menguasai lahan parkiran dekat rumah Raiya, dengan langkah terbata-bata yang perlahan menegas sampailah Diza didepan pagar Raiya, tamu sudah cukup banyak hari ini ada acara syukuran dirumah Raiya semua kerabat diundang termasuk teman-teman Raiya. Dari kejauhan Raiya yang sibuk menyempatkan diri melepaskan senyuman hangat pada Diza disertai lambaian khas Raiya, semua itu sudah sangat cukup bagi Diza, sambutan itu sudah cukup membuat Diza nyaman ditengah puluhan pasang mata yang entah kenapa masih saja terpaku padanya.Mencoba lebih santai dengan melepaskan senyuman hangat kesegala arah, dan akhirnya Diza melihat beberapa temannya di sudut ruangan. Setelah menikmati aroma perbincangan yang homogen akhirnya terdengarlah suara Bass yang cukup berat, Ayo silahkan semuanya kita nikmati santap malamnya…Yah itu suara Ayah Raiya yang juga seorang tokoh masyarakat sekaligus Guru Besar di Universitas ternama.
Harus antri untuk menggapai setumpuk semur daging itu, mencabik ikan-ikan baker itu, menyayat Iga panggang itu walau sebaki udang asam manis merusak seleraku malam itu.Sial kok gue berdiri tepat dibelakang Adil, diujung antrian Mama Raiya dah menunggu dengan senyuman yang persis seperti senyuman Raiya, uuuuhh akhirnya sampai juga diujung penantian, selaku memecah kebisuan…Makan di dalam saja Dil…tiba-tiba seluruh ruangan mendadak dingin, entah kenapa kerongkongan ini serasa penuh dan mulai menyempit, seakan –akan retak bagai tanah tandus Lidah ini…sedih tanpa alasan mulai menguasai kesadaranku…Ah ga usah tante, sama teman-teman saja di teras depan,…tapi kalo mau nambah didalam masih banyak kok Dil, pudding kesukaan kamu juga masih banyak kok didapur,ambil sendiri saja yah…Iya tante, gampang…sungguh sekan-akan tubuh ini mengalami luka baker stadium tiga. Menyaksikan pembicaraan singkat penuh hangat dengan keakraban yang hangat yang sekejap merontokkan keyakinanku untuk terus berjuang. Namun sekali lagi cinta ini menguatkan segalanya. Tidak terbantahkan Adil memang sudah lebih dulu mencintai Raiya, sudah lebih banyak waktu utnuk membangun keakraban dengan orang tua Raiya, sudah banyak pertunjukan wibawa dan tanggungjawab yang dipresentasikan pada Ayah dan Ibu Raiya. Sebaliknya apa yang terjadi denganku, hari ini adalah hari pertama menginjakkan kaki dirumah Raiya setelah tiga bulan ini mencintainya, malam ini adalah pertama kali menghirup atmosfir kekeluargaan dalam rumah Raiya, hari ini adalah pertama kali akan bertemu langsung dengan Orang tua Raiya. Akhirnya waktu untuk menampakkan diri telah tiba, sambil beranjak pamit kaki ini melangkam merapat ke bayangan Raiya…Raiy gue dah mau pulang neh…oh iya Diz ketemu papa mama dulu yah, sini deh Raiya kenalin…Nafas ini serasa enggan berirama saat harus bertukar pandang dengan Ayah Raiya…Sudah mau pulang Nak , sapanya dengan Ramah…iya Om sudah malam nih…Ayah ini yang namanya Diza…yang sering nganterin Raiya…Oh Diza , wah terima kasih yah dah nemenin Raiya nak!..ah biasa aja kok Om, tak lama kemudian senyuman hangat Ibu Raiya dengan ulurun tangannya yang super tulus seakan-akan menjadi Amitripilin untuk Pasca Trauma Stress Disorder, atau jadi Pocari Sweat setelah berolahraga…Sering-sering kesini yah Diz…oh iya Tante balasku dengan segera…sambil melepaskan senyuman bagai senyuman terakhir akhirnya gue meninggalkan hiruk pikuk suasana hangat itu…paling tidak Diza telah bertemu orangtua Raiya…Setidaknya mereka tahu kalau Diza itu ada dan akan selalu ada. Agak resah jika harus mengingat detilnya pertemuan tadi, sedikitnya 4 orang yang juga mencintai Raiya ikut hadir sembari menunjukkan bahwa mereka pun sedang menawarkan keajaiban yang tidak kalah hebatnya.
Kini maafkan aku,
terlanjur ingini
terlanjur sayangi semua yang ada
sudikah terima ku
terlanjur sayangi
terlanjur ingini semua yang ada … (Semua yang Ada
Masih dengan Monster Hitamnya, masih bersama D’Cinnamons yang sedikit membesarkan Hati Diza yang entah mengalami kerusakan berapa kali, harus berapakali bercinta dengan Gundah, harus berapakali bersetubuh dengan Gelisah, harus berapakali bersenggama dengan Luka, seberapa sering itu terjadi atau seberapa lama hal itu harus dirasakan tidaklah menjadi penting, bukanlah tembok yang tidak mungkin runtuh untuk tetap memutuskan mencinainya…untuk menikmati segala bentuk emosi dan perasaan terindah itu…menikmati Jatuh Cinta yang mungkin kita harap selamanya ada…kita berharap selamanya cinta. Mmmmhhh setelah ini apa gue harus balik kerumah, bentar lagi kan Raiya mau ke Taman Hiburan bareng sepupunya dan sahabat tercintanya Qisya yang sudah 4 tahun terakhir menjadi tandem terhebat Raiya disegala hal…Siapa tahu saja mereka sampai malam akan selalu ada alasan untuk bertemu Raiya dengan menjemput Qisya jika harus pulang malam hahahaha…Qisya adalah adik kelas Diza waktu di SMU dulu, jadi sedikit banyak mereka sudah saling mengenal. Dan Rencana itupun Berhasil, Malam yang sedikit galau itupun kembali mempertemukan mereka, hanya beberapa menit namun Bulan enggan menyembunyikan pantulan binar bahagaia dari hati Diza yang terlukis pada cahaya matanya yang agak basah. Keramaian pun tidak bisa menyembunyikan denyut Jantung Diza yang menggemakan Cintanya. Gue bakalan jaga Qisya kok Raiy…Makasih yah Diz mau nganterin Qisya awas kalo lecet ga akan gue maafin deh….Beres Raiy, Yuk Qis kita pulang dah malam banget nih, Raiy hati-hati yah Nyetirnya, dan senyuman itu menghangatkan lagi, lagi dan lagi…Senyum ala Raiya atau Beku khas Diza selalu Berdejavu ria dalam kisah mereka. Mobil Diza masih mengawal Mobil Raiya yang tampak Feminin dari belakang, kemudian berpisah di persimpangan, kaca mobil mereka bersamaan terbuka sembari melempar senyuman terindah mereka hari itu, …Eh Diz jiwa dan ragamu masih menyatukan??...hah, kenapa pertanyaan kamu aneh Qis?? Ah ga aneh kok, hanya memastikan keselamatanku saja, tugas kamu mengantarku dengan selamat sekarang, bukannya memikirkan Raiya dah nyampe atau belum…hahahaha, tenang aja Qis, dijamin aman sampai dirumah…Hebat kamu Diz, kammu sukses menjalani semua ini, sukses menunjukkan kamu baik2 saja dengan semua kekacauan ini, dengan semua ketidak jelasan ini…Mungkin itu yang membuat Iblis iri pada Manusia Qis, karena tidak bisa melakukan seperti yang kulakukan Qis,…halah mulai ga nyambung, udah nyetir aja Diz, gue numpang tidur sejenak nyetir yang benar yah Pir…hahahaha beres Bu!!!...Monster hitam menembus gulita, sepi namun tak sendiri…
Inbox
From: Raiyaku
Makasih untuk semua Diz, Raiya dah nyampe rumah…
Outbox
Send to: Raiyaku
Selalu menjagamu, insyaALLAH tuk selamanya…

dalam men..dalaaammm!!!
never give up bro..!!!!
Posted by: Rahim | October 20, 2007 06:32 PM
Keep On Loving ... !!
Posted by: 'nDRIE | October 21, 2007 01:31 PM
k di paragraf kedua ada yg aneh,,,
"...status Nela dengan Gaza sama..."
siapa itu Gaza?????
Posted by: 'Fitra' | October 25, 2007 04:29 AM